Eksistensi Es Kapal

 

Es kapal salah satu jajanan  es unik yang berada di kota Solo. Keberadaannya cukup diminati warga kota Solo sebagai pelepas dahaga saat kota Solo sedang pamas-panasnya. Lokasinya cukup menarik yaitu kebanyaan dipinggiran jalan dan ruang terbuka di sekitar kota Solo.




Es kapal ini merupakan kuliner tempo dulu, sekitar era 80-90an yang terbuat dari santan yang dicampur oleh serutan es batu dengan tambahan sedikit garam lalu diputar-putar hingga menjadi jajanan es yang siap di santap.

Melihat cara penyajiannya, saya berfikir kalau mungkin saja asal usul penamaan es kapal ini dari penyajiannya. Sehelai roti yang dicelupkan di segelas es ibarat layar dari sebuah kapal layar atau bisa juga ibarat moncong kapal. Namun ternyata bukan karena cara penyajiannya. Penamaan es kapal ini karena dahulu penjual-penjual es kapal ini menggunakan grobo dengan bentuk kapal atau lebih tepatnya gerobal depannya terbentuk moncong kapal.

Narasumber : Ari

Jenis kelamin : Perempuan

Usia : 39 tahun

Tempat jualan : Jln gajah mada

Beliau sudah berjualan es kapal selama 3 tahun. Karena Masa Pandemi ini jualannya tidak terlalu ramai.

Mulai buka berjualan dari pukul 11.00 sampai sehabisnya es kapal itu. Akan tetapi kalau ramai, waktu

magrib sudah tutup. Untuk pembuatan es kapal yang dibutuhkan santan Kelapa, Gula pasir, tapai

singkong, air, dan es Batu. Semua bahan di campur menjadi satu kemudian di masak. Toping es kapal

yang biasanya kan cuma coklat, tapi bu ari menjual es kapal dengan beragam sirup dan toping

tambahan. Beliau menyediakan beberapa macam sirup agar beda dengan penjual yang lain , seperti

pandan, durian, frambose, strawberry, coklat, nanas dll. Beliau berjualan es kapal sistemnya seperti ikut

franchise, jadi nanti sistemnya bagi hasil atau setoran untuk beli bahan dan diberi fasilitas gerobak yang

untuk jualan Itu. Omset yang di dapat dengan berjualan es kapal ini, sebelum corona melanda sekitar

500 ribu per hari, tapi saat ini paling hanya 300-350ribu per hari dan Itu masih uang kotor. Uang bersih

yang diterima oleh ibu penjualnya paling hanya 150-an ribu.

Es kapal dulu sempat tenggelam tidak dikenal orang, tapi tahun-tahun ini lagi booming lagi. Karena

sering di publish oleh orang-orang melalui youtube, instagram daln lain-lain. Karena jualannya tidak

terlalu ramai seperti dulu, beliau mencoba mendafyarakan bantuan yang diperuntukkan umkm.







Penikmat Es Kapal

Agung , 21 tahun. Sangat menyukai es kapal, dan sering sekali datang ke laweyan untuk bisa

menikmati es kapal. Agung adalah orang luar jawa, yang kemudian setelah tinggal di solo, ia jadi

mengenal es kapal,

Dan rifqi, 21 tahun sering membeli es kapal.

Sejak kapan menyukai atau menikmati es kapal ?

Agung : semenjak es kapal ini viral, awalnya hanya iseng-iseng pengin coba seperti teman-

teman yang lain, dan karena es ini viral dimana-mana, jadi saya mencobanya dan ternyata

memang enak.

Rifqi : tahun lalu, awal mula tau dari instagram waktu itu.

kenapa bisa sangat menyukai es kapal ?

Agung : yang pertama, karena harganya terjangkau yakni hanya 5000 saja, sudah dapat es

dengan ukuran gelas yang cukup besar, ditambah dengan roti tawar diatasnya.

Rifqi : karena murah, enak, dan bikin nagih.

Selain harganya yang murah dan rasanya enak, apa lagi yang kamu sukai dari es kapal ?

Agung : di tempat saya tinggal tidak ada es yang rasanya seperti ini dan es kapal ini menurut

saya rasanya seperti es tung pada jaman saya kecil, bedanya kalo es kapal wujudnya cair, kalo

dari segi rasa sih hamper sama, ada rasa santan-santannya gitu, es yang rasanya begini jarang ada

yang jualan.

Rifqi : emm apa yah, saya rasa karena masih sering disebut orang, jadi selalu buat nagih dan

pengin kesini terus, yaa walaupun saya bukan termasuk orang yang sering membeli es kapal, tapi

setidaknya kalau saya pergi sama temen-temen pasti sebelum pulang mampir dulu ke tempat ini.

Biasanya sebulan bisa berapa kali mampir ke laweyan untuk minum es kapal?

Agung : ga tentu ya, semenjak corona saya jadi lumayan jarang datang karena merasa was-was.

Kalau dulu yah, sama temen-temen kadang hamper seminngu dua kali pasti nongkrong disini

sama temen-temen. Tapi semenjak corona paling kalau lewat sini, pas lumayan sepi mampir,

kadang kalau lagi kepengin dan ternyata rame yaa di belinya dibungkus.

Rifqi : kalau aku tergantung kondisi yah, kadang kalo kepengin ya beli, kalo enggak ya

udah.Aku bahkan sudah dari bulan februari ga kesini, nah di bulan oktober saya udah 2 kali

datang kesini.

Memang benar es kapal ini masuk jajaran kuliner legendaris di Solo, namun harganya tetap terkangkau di berbagai kalangan. Satu porsi es kapal dibandrol Rp5.000 saja. Dengan uang yang tak seberapa, kamu bisa menangkal panasnya Solo. Maka dari itulah, jika sedang berada di kota kelahirannya Presiden Jokowi, jangan segan untuk mencicipi es kapal ya.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Idul Fitri 1 Syawal 1441 H

Resensi Film The Bang-Bang Club

Kisah Inspiratif Tokoh Besar Muhammadiyah