Eksistensi Es Kapal
Es kapal salah satu jajanan es unik yang berada di kota Solo.
Keberadaannya cukup diminati warga kota Solo sebagai pelepas dahaga saat kota
Solo sedang pamas-panasnya. Lokasinya cukup menarik yaitu kebanyaan dipinggiran
jalan dan ruang terbuka di sekitar kota Solo.
Melihat cara penyajiannya, saya berfikir kalau
mungkin saja asal usul penamaan es kapal ini dari penyajiannya. Sehelai roti
yang dicelupkan di segelas es ibarat layar dari sebuah kapal layar atau bisa
juga ibarat moncong kapal. Namun ternyata bukan karena cara penyajiannya. Penamaan
es kapal ini karena dahulu penjual-penjual es kapal ini menggunakan grobo
dengan bentuk kapal atau lebih tepatnya gerobal depannya terbentuk moncong
kapal.
Narasumber : Ari
Jenis kelamin : Perempuan
Usia : 39 tahun
Tempat jualan : Jln gajah mada
Beliau sudah berjualan es kapal
selama 3 tahun. Karena Masa Pandemi ini jualannya tidak terlalu ramai.
Mulai buka berjualan dari pukul
11.00 sampai sehabisnya es kapal itu. Akan tetapi kalau ramai, waktu
magrib sudah tutup. Untuk pembuatan
es kapal yang dibutuhkan santan Kelapa, Gula pasir, tapai
singkong, air, dan es Batu. Semua
bahan di campur menjadi satu kemudian di masak. Toping es kapal
yang biasanya kan cuma coklat, tapi
bu ari menjual es kapal dengan beragam sirup dan toping
tambahan. Beliau menyediakan
beberapa macam sirup agar beda dengan penjual yang lain , seperti
pandan, durian, frambose,
strawberry, coklat, nanas dll. Beliau berjualan es kapal sistemnya seperti ikut
franchise, jadi nanti sistemnya
bagi hasil atau setoran untuk beli bahan dan diberi fasilitas gerobak yang
untuk jualan Itu. Omset yang di
dapat dengan berjualan es kapal ini, sebelum corona melanda sekitar
500 ribu per hari, tapi saat ini
paling hanya 300-350ribu per hari dan Itu masih uang kotor. Uang bersih
yang diterima oleh ibu penjualnya
paling hanya 150-an ribu.
Es kapal dulu sempat tenggelam
tidak dikenal orang, tapi tahun-tahun ini lagi booming lagi. Karena
sering di publish oleh orang-orang
melalui youtube, instagram daln lain-lain. Karena jualannya tidak
terlalu ramai seperti dulu, beliau mencoba mendafyarakan bantuan yang diperuntukkan umkm.
Penikmat Es Kapal
Agung , 21 tahun. Sangat menyukai es kapal, dan
sering sekali datang ke laweyan untuk bisa
menikmati es kapal. Agung adalah orang luar jawa,
yang kemudian setelah tinggal di solo, ia jadi
mengenal es kapal,
Dan rifqi, 21 tahun sering membeli es kapal.
Sejak kapan menyukai atau menikmati es kapal ?
Agung : semenjak es kapal ini viral, awalnya hanya
iseng-iseng pengin coba seperti teman-
teman yang lain, dan karena es ini viral
dimana-mana, jadi saya mencobanya dan ternyata
memang enak.
Rifqi : tahun lalu, awal mula tau dari instagram
waktu itu.
kenapa bisa sangat menyukai es kapal ?
Agung : yang pertama, karena harganya terjangkau
yakni hanya 5000 saja, sudah dapat es
dengan ukuran gelas yang cukup besar, ditambah
dengan roti tawar diatasnya.
Rifqi : karena murah, enak, dan bikin nagih.
Selain harganya yang murah dan rasanya enak, apa
lagi yang kamu sukai dari es kapal ?
Agung : di tempat saya tinggal tidak ada es yang
rasanya seperti ini dan es kapal ini menurut
saya rasanya seperti es tung pada jaman saya kecil,
bedanya kalo es kapal wujudnya cair, kalo
dari segi rasa sih hamper sama, ada rasa
santan-santannya gitu, es yang rasanya begini jarang ada
yang jualan.
Rifqi : emm apa yah, saya rasa karena masih sering
disebut orang, jadi selalu buat nagih dan
pengin kesini terus, yaa walaupun saya bukan
termasuk orang yang sering membeli es kapal, tapi
setidaknya kalau saya pergi sama temen-temen pasti
sebelum pulang mampir dulu ke tempat ini.
Biasanya sebulan bisa berapa kali mampir ke laweyan
untuk minum es kapal?
Agung : ga tentu ya, semenjak corona saya jadi
lumayan jarang datang karena merasa was-was.
Kalau dulu yah, sama temen-temen kadang hamper
seminngu dua kali pasti nongkrong disini
sama temen-temen. Tapi semenjak corona paling kalau
lewat sini, pas lumayan sepi mampir,
kadang kalau lagi kepengin dan ternyata rame yaa di
belinya dibungkus.
Rifqi : kalau aku tergantung kondisi yah, kadang
kalo kepengin ya beli, kalo enggak ya
udah.Aku bahkan sudah dari bulan februari ga kesini,
nah di bulan oktober saya udah 2 kali
datang kesini.
Memang benar es kapal ini masuk
jajaran kuliner legendaris di Solo, namun harganya tetap terkangkau di berbagai
kalangan. Satu porsi es kapal dibandrol Rp5.000 saja. Dengan uang yang tak
seberapa, kamu bisa menangkal panasnya Solo. Maka dari itulah, jika sedang
berada di kota kelahirannya Presiden Jokowi, jangan segan untuk mencicipi es
kapal ya.

Komentar
Posting Komentar