Resensi Film The Bang-Bang Club
Judul
Film
: The Bang Bang Club
Tanggal
rillis : 26 November
2010
Sutradara
: Steven Silver
Editor
:
Ronald Sanders, Tad Saeborn.
Durasi
Film
: 1.47.52 jam
Pemeran
:
1. Ryan Phillippe
(Greg Marinovich)
2. Taylor Kitsch
(Kevin Carter)
3. Malin Akerman (Robin
Comley)
4. Frank rautenbach (Ken
Oosterbroek)
5. Neels Van Jaarsveld (Joao Silva)
6. Russel Savadier (Ronald
Graham)
7. Patrick Lyster (Jim)
8. Neil Tabatznik (Miladen)
9. Alif Kumalo (Alif
Khumalo)
10. Nina Milner (Samantha)
11. Lika Berning
12. Jessica Haines (Alie)
13. Patrick Shai (Pegleg)
14. Ashley Mulheron (Roxy)
15. Nick Boraine (Colin)
16. Craig Palm (Amir)
17. Vusi Kunene (Petrus
Maseko)
18. Israel Makoe (Man
In White S)
19. Fiona Ramsey (Margy)
20. Jacques Gombault (Policeman)
21. Greg Melvill-Smith (Jacques Hugo)
22.Nancy Buirski (Nancy
Buirski)
23. Rethabile Ramaphakela (Woman Reporter)
24. Julian Rademeyer (Cape Town Reporter)
Film
The bang Bang Club sebuah film yang sangat bagus dan memberikan dampak yang
baik buat para penontonya khususnya buat para Jurnalis. Film ini meceritakan
kisah beberapa orang jurnalistik yang meliputi sebuah pertentangan di benua
Afrika, bahkan film tersebut juga menjelaskan seluruh kehidupan mereka mulai
dari pertemanan, rekan, serta percintaan. The Bang Bang Club sebutan yang
pantas diberikan kepada empat orang jurnalis foto Afrika Selatan, mereka adalah
Greg Morinovic, Kevin Carter, Ken Oosterbroek, dan Joao Silva. Media
internasional menyebut mereka sebagai The Bang Bang Club karena mereka dianggap
berani dan nekat meliput daerah yang sedang konflik pada tahun 1990 sampai 1994
itu. Mereka berjuang untuk hidup dan bekerja keras agar dapat menunjukkan karya
terbaik mereka kepada dunia. Berlari, bersembunyi, uji nyali di antara desingan
peluru dan ditengah pertikaian, membuat jantung berdebar. Tanpa tahu apa yang
akan mereka temui dan dapatkan, kamera terus mengarah ke segala arah. Rasa
perjuangan terasa kental sepanjang film tersebut. Apalgi ketika
tindakan-tindakan sadis dan brutal selama konflik terjadi.
Dalam
film tersebut seorang Jurnalis berusaha untuk mengabadikan setiap kejadian yang
dianggap paling bagus untuk dipublikasikan, termasuk saat seseorang yang sedang
dibantai sampai mati di tempat. Selain itu, untuk mendapatkan informasi yang
dapat dipercaya didalam film tersebut seorang jurnalis harus mampu mendapatkan
foto yang bisa dipercaya oleh dunia
bahwa yabg mereka dapat adalah informasi yang benar. Karena, sebuah foto
umumnya adalah alat untuk menjadikan sebuah berita tersebut adalah nyata. Jika
tidak terdapat foto maka pembaca pun tidak akan mudah percaya.
Film
The Bang Bang Club ini sangat berarti bagi perkembangan jurnalis di dunia,
karena semua perkerjaan yang memang harus dilakukan seorang jurnalis fotografi
tersebut sudah diceritakan. Sehingga, kita harus sudah memahami
kegiatan-kegiatan seorang jurnalis fotografi dalam sebuah peliputan kejadian.
Seorang
jurnalis fotografi haruslah berani bertanggung jawab atas pekerjaannya. Karena,
jika terdapat masalah yang cukup berat maka masalahnya bisa teratasi. Jurnalis
fotografi juga harus bisa mengkondisikan dirinya sendri terhadap kejadian
dilapangan, karena sikap tersebut dapat menjadi cerminan bagi dirinya sebagai
seorang jurnalis fotografi yang bertanggung jawab dan mempunyai etika.
Komentar
Posting Komentar