Mendangar Kicauan-kicauan Burung Disaat Pandemi Covid-19
ACEH
SINGKIL – Beberapa kaum pria menggelar kembali kontes kicau burung yang sebelumnya sudah
pernah diadakan beberapa tahun yang lalu, di lapangan Meriam Sipoly, Gunung Meriah,
Aceh Singkil, Minggu (15/11/2020).
Para pecinta kicau burung itu hanya dari daerah Aceh
Singkil saja, dikarenakan masih dalam pandemi Covid-19 dan tetap melakukan
protokol kesehatan.
Salah satu peserta mengatakan, kontes kicau burung
tersebut disenggalarakan hanya untuk bersenang-senang karena ingin mengadakan
kontes tersebut setelah bertahun-tahun sudah tidak pernah ada lagi.
Event yang diselenggarakan komunitas pecinta burung
berkicau Rimo Bird Club (RBC) tersebut, memperlombakan enam kategori.
Masing-masing kategori murai batu, kenari, love bird, kapas tembak, cucak ijo
dan burung kacer.
Kontes kicua burung itu, melibatkan beberapa pria
dari segala tingkatan usia. Sementara penontonya tidak hanya kalangan pria,
tapi juga ada kelompok ibu-ibu dan anak-anak serta remaja, tetapi semuanya
tetap melakukan protokol kesehatan.
Kontes kicau burung dilaksanakan mulai dari pagi sampai
siang hari. Ketika kontes berlangsug, ada satu burung mencuri perhatian semua
orang yang sedang menyaksikan. Entah bagaimana ceritanya tiba-tiba burung
tersebut enggan sama sekali mengeluarkan kicauannya dan setelah semuanya sudah
selesai berkicau tidak lama kemudian burung tersebut berkicau sangat lama tanpa
diberi aba-aba atau apapun itu.
Burung apa saja yang biasanya dilombakan dalam kontes
kicau burung?
Ya, ada beberapa macam jenisnya yaitu Murai Batu, selain memiliki bentuk tubuh yang indah, burung ini
dikenal memiliki kicauan yang bagus. Dengan ciri kicauannya yang keras dan
merdu, burung tersebut merupakan salah satu burung yang gemar dipelihara.
Kenari, Memiliki nama genus Serinus canaria, burung kenari termasuk yang sering diperlombakan. Pemilik burung ini
biasanya mengikutsertakan kenari berkelamin jantan. Sebab kenari jenis ini
memiliki gerakan yang lebih lincah dan mempunyai kualitas kicauan yang lebih
baik. Lovebird, Burung yang memiliki panjang antara 13 cm hingga 17 cm
ini termasuk jenis burung kontes. Ciri kicauan lovebird adalah memiliki suara ngekek panjang. Burung yang berasal dari Afrika ini termasuk kategori
burung mahal. Tidak mengherankan kalau dalam berbagai lomba burung, hadiah yang
disediakan sangat menggiurkan.
Kemudian Cucak Hijau, Sesuai namanya, burung ini memiliki bulu berwarna hijau.
Burung ini cukup sering dikompetisikan dalam lomba burung berkicau. Burung
cucak hijau berkualitas baik memiliki tubuh yang proporsional. Maksudnya,
ukuran badan, leher, kepala dan kaki serasi. Anda dapat memilih cucak hijau
yang memiliki paruh tebal dan besar. Sebab ciri tersebut membuat burung ini
dapat menghasilkan kicauan dengan volume tebal. Kacer, Burung kacer yang
bagus untuk diikutsertakan dalam lomba burung berkicau dapat dilihat dari warna
bulu yang mengilap. Di samping itu, burung kacer berkualitas mempunyai paruh
yang lebar, tebal, dan besar. Bagian mata burung berbentuk bulat besar. Itu
merupakan ciri kalau burung ini memiliki mental yang bagus. Pleci, Burung
yang sering disebut sebagai burung kacamata ini memiliki suara yang merdu. Oleh
karenanya, burung ini termasuk yang sering dipertandingkan. Burung pleci yang
yang memiliki kualitas juara memiliki fisik kuat dan sorot mata yang tajam dan
masih banyak jenis lainnya.
Dari kontes kicau burung tersebut, siapa
yang kicauan burungnya paling bagus, maka akan mendapatkan beberapa uang tunai
beserta paiagam. Hal tersebut dilaksanakan untuk saling menghibur dikala
pandemi Covid-19. Bahkan pembuat acaranya tetap selalu stay disekitar lokasi
untuk selalu mengingatkan dan memberitakan berbagai macam protokol kesehatan
agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Mereka para peserta kontes kicau
burung dan kita semua, berharap pandemi ini cepat berlalu agar kita bisa
beraktivitas dengan berluasa dan lebih damai.
Komentar
Posting Komentar