7 Bulan Hidup Bersama Masker Covid-19

Aceh Singkil-Virus corona belum menjadi isu yang tidak hangat bagi baik mesin pencari, media massa, ataupun lini masa media sosial. Kasus positif di beberapa negara masih menunjukkan tren kenaikan. Sedangkan di beberapa negara lain, kasus baru sudah tidak bertambah seperti awal mula wabah terjadi. Indonesia termasuk dalam kategori pertama. 

Anjuran untuk memakai masker saat berada di keramaian maupun di luar rumah pun terus digaungkan. Apalagi dengan adanya bukti yang menunjukkan jika virus Covid-19 dapat menular melalui udara alias airborne.

Nah, jika berbicara soal penggunaan masker, maka sepertinya alat pelindung diri ini akan kita gunakan hanya dalam waktu lama. Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan melakukan protokol kesehatan lainnya masih menjadi peluang terbesar kita untuk menghentikan laju penyebaran Covid-19. Walaupun pada awal terjadinya pandemi terdapat beberapa perdebatan tentang protokol kesehatan, kebanyakan ahli sekarang telah sepakat bahwa semua orang harus mengenakan masker untuk melindungi dirinya dan orang lain dari infeksi virus.Beberapa peneliti telah mengungkapkan bahwa masker yang sangat sederhana dapat menghentikan cipratan yang keluar dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Nature pada April lalu, ilmuwan menunjukkan bahwa ketika seseorang yang terinfeksi influenza, rhinovirus, atau demam yang disebabkan oleh virus corona mengenakan masker, hal tersebut (penggunaan masker) diperkirakan hampir dapat menangkal 100 persen cipratan (droplets) yang mereka hirup.

Bukti lain juga menemukan yang menyatakan bahwa beberapa jenis masker dapat melindungi seseorang dari kuman orang lain. Dikutip dari New York Times, masker N95 kualitas bagus disebut dapat menyaring setidaknya 95 persen partikel yang berdiameter 0.3 mikron saat dikenakan dengan benar. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa N95 mampu memblokir lebih dari 90 persen partikel virus, bahkan partikel virus yang lebih kecil atau seperlima virus corona.

Penelitian terkait lainnya juga menunjukkan bahwa masker bedah memblokir sebanyak 50 hingga 80 persen partikel masuk ke tubuh melalui pernapasan, sedangkan masker kain menangkal 10 hingga 30 persen partikel kecil.

“Mengenakan masker lebih baik daripada tidak sama sekali,” ujar Dr. Robert Atmar, spesialis penyakit menular di Baylor College of Medicine kepada New York Times. Ia juga mengatakan bahwa karena virus corona biasanya menginfeksi seseorang melalui mulut dan hidung, menutupi area ini berguna sebagai pertahanan pertama melawan virus.

Mengenakan penutup wajah (face shield) juga akan mencegah Anda menyentuh wajah, yang merupakan cara lain virus corona dapat ditularkan setelah tangan Anda menyentuh permukaan. Ketika menggunakan masker dikombinasikan dengan mencuci tangan dan menjaga jarak, maka hal ini akan menurunkan resiko penularan atau tertular Covid-19. Jangan lupa juga untuk mencuci dan membersihkan masker yang telah digunakan.

Rumah sakit sudah semakin terlatih mengelola gejala dan memberikan perawatan sebelum menjadi parah. Terapi yang diperkirakan efektif untuk membantu memperbaiki kondisi pasien Covid-19 juga mulai bermunculan.

Sementara soal vaksin, para ahli sepakat jika setidaknya satu tahun dari sekarang baru bisa diakses oleh masyarakat umum. Imunisasi massal kemungkinan baru terjadi pada 2022 atau lebih lama. Dan menurut Toner, vaksinasi mungkin butuh dosis ganda agar efektif.

Lantas apa yang harus kita lakukan sambil menunggu vaksin ini bisa diakses oleh semua orang?

“Aku pikir memakai masker dan melakukan social distancing, kita kan hidup dengan ini, semoga dengan bahagia, selama beberapa tahun. Ini sangat jelas. Ketika kita menutupi wajah dan orang yang berinteraksi dengan kita juga memakai masker, risiko penularan akan menurun. Ketika berada di luar rumah, menjaga jarak dengan orang lain menurunkan risiko penularan secara dramatis,” ujarnya”

Jika semua hal tersebut dilakukan, maka kita dapat menjalani kehidupan new normal dengan lebih baik. Kita tetap bisa pergi ke pantai, gunung, danau, dan melakukan aktivitas luar ruangan tanpa merasa khawatir berlebihan. 

Menyinggung soal orang-orang yang menolak memakai masker, Bapak Lawis menjawab dengan tegas. “Mereka akan bisa mengatasinya. Ini hanya soal seberapa banyak orang yang akan sakit dan mati sebelum mereka berhasil mengatasinya,” katanya.

Terjadi pada hari ini Jumat (18/09/2020) dari Bupati Aceh Singkil, Dinas perhubungan Aceh Singkil dan Polsek Aceh Singkil melakukan pembagian masker dan melaksanakan razia masker besar-besaran. Melakukan hal tersebut Bapak Aslihar salah satu PNS Dinas Perhubungan mengatakan “Tindakan ini dilakukan karena kurangnya rasa peduli masyarakat terhadap diri sendiri dalam pendemi Covid-19. Semoga pendemi Covid-19 cepat hilang dan kita semua bisa melakukan aktivitas seperti dulu lagi”. Ujarnya.

Mari kita semua memakai masker dan menjalankan protokol kesehatan sebijak mungkin dan selalu waspada agar pendemi Covid-19 ini cepat berlalu. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Idul Fitri 1 Syawal 1441 H

Resensi Film The Bang-Bang Club

Kisah Inspiratif Tokoh Besar Muhammadiyah