Sekolah di Zona Hijau Sudah Dibuka

SMA NEGERI  1 GUNUNG MERIAH MELAKUKAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA MENGGUNAKAN 2 TAHAP : PAGI DAN SIANG

Senin, 13 Juli 2020 08:30 WIB | Aceh Singkil



Aceh Singkil – Sekolah Menengah Atas diaceh Singkil salah satunya SMA Negeri 1 Gunung Meriah melakukan pembelajaran tatap muka dengan 2 tahap pembagian, yaitu dipagi hari dan disiang hari dikarenakan banyaknya peserta didik yang bersekolah di SMA tersebut. Dilakukannya 2 tahap pembagian tersebut, agar siswa-siswi dapat belajar dengan nyaman, menjaga jarak dan tetap mematuhi panduan dan protokol kesehatan.

Didalam proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Gunung Meriah masih sama seperti biasa, hanya saja peserta didik disetiap kelas dibagi menjadi dua kelompok agar bisa mengikuti 2 tahap masuk sekolah dipagi hari dan disiang hari.

Seluruh siswa dan pihak yang ada di sekolah wajib menggunakan masker kain 3 lapis, mencuci tangan dengan sabun, jaga jarak minimak 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik apa pun, terakhir adalah menjaga etika batuk atau bersin.

Kantin diperbolehkan beroperasi tetapi tetap menggunakan panduan dan protokol kesehatan, dengan menjarangkan tempat duduk kantin, memberikan antrian agar peserta didik tidak berdesakan dan selalu menyediakan air cuci tangan dan sabun. Tetapi guru selalu mengingatkan agar siswa-siswi lebih baiknya membawa bekal dari rumah agar lebih teratur dan mencegah hal yang tidak diinginkan.


Salah satu guru yang mengajar di SMA Negeri 1 Gunung Meriah memperjelas dan beliau mengatasan “Siswa-siswi di sini melakukan pembelajaran tatap muka dengan dua tahap agar situasi lebih kondusif dan dapat melaksanakan protokol kesehatan.  Sebenarnya pembelajaran seperti ini lebih mempersulit cuman mau tidak mau kita tetap melaksanakannya agar dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Semua peserta didik juga harus dapat izin dari orang tua mereka untuk mengikuti pembelajaran tatap muka. Dan seluruh orang tua menyetujui dilihat dari kehadiran peserta didik. Model pembelajaran tetap sama hanya saja jam pembelajarannya lebih sedikit karena harus dibagi dua tahap” ujar salah satu guru.

Dengan pembelajaran tatap muka banyak peserta didik yang sangat senang karena mereka bisa merasakan pembelajaran secara langsung dan berinteraksi dengan teman-teman yang lainnya walupun mereka dibagi dengan 2 tahap.

Aturan keseluruhan dalam model pembelajaran dan lainnya tetap sama hanya saja ada yang perlu dibatasi dan diubah sedikit disaat pembelajaran masa pendemi covid ini.

Mudah-mudahan sekolah dimanapun bisa merasakan tatap muka seperti dulu, agar pembelajaran lebih efektif dan menyenangkan.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Idul Fitri 1 Syawal 1441 H

Resensi Film The Bang-Bang Club

Kisah Inspiratif Tokoh Besar Muhammadiyah